Kamis, 21 Mei 2009

सरिता aneh

Di sebuah ruang sempit terdengar suara tangis,,, tangis yang tertahan namun akhirnya tumpah juga. Ia tunjukan ekspresi kebingungan. Penuh Tanya dan terus tak percaya.
“kenapa?”,,, lirihnya menahan sakit yang melukai hatinya.
Tak ada jawaban…
Semuanya bisu. Ia mencoba meredam tangisnya. Menulis dan berdoa, meminta tegar dan kuat. Ia tak ingin rapuh dan tak boleh jatuh. Ia harus kuat, bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri.
Ia yakin bahwa ia kuat,,,
„Tuhan... biarkan aku menangis kali ini”
Ia tarik secarik kertas ia gambar dengan warna-warna cerah, sesaat ia tutup dengan hitam. Kertas itu itu buram,, tak ada yang menarik... hanya hitam kelam dan pekat.
Ia ambil pensil yang telah ia serut,,, perlahan ia goreskan satu dua kata...
Ia lihat untaian kata yang ia rangkai
Terbaca dan penuh warna.
Tangisnya mereda
“maafkan aku,,, jika aku begitu rapuh”
Orang lain tak pernah tahu bahwa ia begitu rapuh...
Ia ingin yakin bahwa ia begitu kuat

Hanya sesingkat itu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar