Semangat tak selamanya membara... tapi jangan sampai putus asa... kita memang tak bisa sempurna... tapi kita layak berupaya... SEMANGAT !!!!!!!
Sabtu, 14 November 2009
SAATNYA
saatnya aku bangkit
tak perlu merasa rapuh lagi
tak perlu merasa sendiri lagi
tak perlu putus asa lagi
aku manusia
yang diberi kesempatan tuhan
dengan segala kelebihanku
dan aku harus yakin
bahwa aku mampu bersyukur...
tak perlu merasa rapuh lagi
tak perlu merasa sendiri lagi
tak perlu putus asa lagi
aku manusia
yang diberi kesempatan tuhan
dengan segala kelebihanku
dan aku harus yakin
bahwa aku mampu bersyukur...
rasanya hari ini
RASANAYA HARI INI
AKU MENCOBA MEYAKINI BAHWA AKU TELAH MENEMUKANNYA
WALAUPUN KU TAK TAHU SEBENARNYA
SEMOGA SAJA ADA JAWANA
MUNGKIN TAK PERLU RISAU LAGI
HANYA MENUNGGU WAKTU
YANG DULU TELAH AKU RELAKAN
TAK APA JIKA IA TAK KEMBALI
AKU HANYA HIDUP HARI INI DAN UNTUK ESOK
MENCOBA KUAT SEPERTI KARANG
WALAU PERNAH RAPUH
AKU YAKIN
KU MAMPU KATAKAN PADA SEMUANYA
AKU MAMPU BANGKIT
AKU MENCOBA MEYAKINI BAHWA AKU TELAH MENEMUKANNYA
WALAUPUN KU TAK TAHU SEBENARNYA
SEMOGA SAJA ADA JAWANA
MUNGKIN TAK PERLU RISAU LAGI
HANYA MENUNGGU WAKTU
YANG DULU TELAH AKU RELAKAN
TAK APA JIKA IA TAK KEMBALI
AKU HANYA HIDUP HARI INI DAN UNTUK ESOK
MENCOBA KUAT SEPERTI KARANG
WALAU PERNAH RAPUH
AKU YAKIN
KU MAMPU KATAKAN PADA SEMUANYA
AKU MAMPU BANGKIT
Selasa, 20 Oktober 2009
mungkin sudah lelah
apa yang aku pikirkan
semuanya melelahkan
membuang sia-sia energi yang ada
tak dapat dicegah
terasa tak ada manfaat
tapi tetap berjalan
tak pernah ingin dipertahankan
tapi
aku ingin dia
semuanya melelahkan
membuang sia-sia energi yang ada
tak dapat dicegah
terasa tak ada manfaat
tapi tetap berjalan
tak pernah ingin dipertahankan
tapi
aku ingin dia
Sabtu, 17 Oktober 2009
Hanya sebentar saja
mungkin ni saatnya
membiarkan luka kering sendiri
tak berharap orang mengobatinya
karena yang kutunggu tak mengerti
aku hanya sendiri sekarang
semoga esok aku ceria
membiarkan luka kering sendiri
tak berharap orang mengobatinya
karena yang kutunggu tak mengerti
aku hanya sendiri sekarang
semoga esok aku ceria
aku harus melepasnya
meskipun prih
mungkin ingn menangis
tapi ini lah yang ada
aku dilepas lagi
aku yakin bisa bertahan
mungkin ingn menangis
tapi ini lah yang ada
aku dilepas lagi
aku yakin bisa bertahan
Minggu, 11 Oktober 2009
Jumat, 02 Oktober 2009
antara menyerah dan berjuang
aku ingin menyerah menunggumu,,,tapi perasaan itu tak bisa ku buang begitu saja..
apa yang harus aku lakukan??
tetap bingung
kau tetap mendiamkan aku
apakah aku benar-benar harus menyerah
beri aku jawaban,,,,,,,,,
ada hati yang menunggumu disini,,,
apa yang harus aku lakukan??
tetap bingung
kau tetap mendiamkan aku
apakah aku benar-benar harus menyerah
beri aku jawaban,,,,,,,,,
ada hati yang menunggumu disini,,,
Selasa, 29 September 2009
mengingatmu
mengingatmu,, mengalahkanku
aku merindukanmu,, tak tahu kah kamu
maafakan aku
aku tahu keterbatasanku merindukanku
hanya ingin ketenangan
aku merindukanmu,, tak tahu kah kamu
maafakan aku
aku tahu keterbatasanku merindukanku
hanya ingin ketenangan
bingung lagi
aku tak pernah tahu,, mungkin akan berjalan sendiri. kebingunganku. menunggu ia yang aku inginkan, tapi ia mendiamkanku. aku tak tahu, ap salahku,, ia begitu ku rindu. aku tak ingin mendua, tapi ia terus mengabaikanku.
aku ingin ia mengerti.mengerti akan hati ini, mengerti bahwa aku merindunya, mengerti bahwa aku mengingatnya.
tuhan
maafkan aku
berikan aku jawaban.. masihkah aku harus menungunya???
aku hanya ingin dianggap berharga
aku ada,, dan ia bahagia
aku ingin ia mengerti.mengerti akan hati ini, mengerti bahwa aku merindunya, mengerti bahwa aku mengingatnya.
tuhan
maafkan aku
berikan aku jawaban.. masihkah aku harus menungunya???
aku hanya ingin dianggap berharga
aku ada,, dan ia bahagia
Kamis, 03 September 2009
Selasa, 14 Juli 2009
sekedar ingin berbagi
Jalinan yang lain,,
hanya sebatas diam..
tak memukau,
tak mempesona,,
tak juga memberi makna
Lari…sejauh mungkin
Tetap terkejar
Bersembunyi dibalik reruntuhan sepi,,,
tetap ditemukan
hanya sebatas diam..
tak memukau,
tak mempesona,,
tak juga memberi makna
Lari…sejauh mungkin
Tetap terkejar
Bersembunyi dibalik reruntuhan sepi,,,
tetap ditemukan
Selasa, 30 Juni 2009
jalan-jalan
Kali pertama, sebuah bagian dunia yang belum pernah kuinjakan kaki disana. Masih asri, rindang dan sejuk. Pepohonan berjajar rapih menyambut hangat kedatanganku dan kawan-kawan. Jalannya memang tak asri lagi, ia sudah disentuh oleh kemajuan zaman. Walau begitu, keindahannya tetap kunikmati.
“subhanalloh”, ucapku dalam hati.
Inilah keindahan yang diciptakan tuhan. Ini untuk manusia, tapi adakah manusia sadar untuk mensyukurinya? Pertanyaan untuk semua manusia di bumi. Jika memang kita adalah pecinta bumi. Planet yang disediakan tuhan dengan segala fasilitas kemewahan yang tak terbatas.
Langkahku terhenti, tempat itu tak dijaga. Kami menunggu waktu dengan tak sabar. Ya, menunggu bukanlah pekerjaan. Tak ada yang senang jika harus menunggu. Beberapa saat penjaga datang dan langsung membukakan jalan masuk bagi kami.
“alhamdulillah”, ucap kami serentak.
Masih dengan menumpang kendaraan yang akan mengantar kami ke sebuah penginapan. Jalannya agak terjal, menanjak namun kami nikmati. Hingga tiba-tiba...
“Astagfirulloh”, ucap kami serentak.
Sebuah kendaraan motor yang melaju di depan kami tiba-tiba terhenti dan hampir jatuh, dengan sigap sang sopir pun menghentikan kendaraannya.
“alhamdulillah”, ucap kami lega.
Pengendara motor itu masih kawan kami, mereka tidak terluka hanya tidak dapat menjaga keseimbanagan motornya. Mereka pun mencoba menepi namun akhirnya melanjutkan kembali perjalannya.
Tidak perlu banyak waktu bagi kami untuk sampai di sebuah penginapan yang sederhana. Namun cukup untuk menampung kami. Aku lupa tidak menghitung berapa jumlah kami, tapi kupikir untuk apa dihitung?
“Sudahlah, tak usah dipikirkan”, gumamku dalam hati.
Kedatangan kami ternyata disambut lantunan adzan maghrib, entah dari mana. Karerna sepanjang jalan yang kulalui tak kutemui satu masjidpun. Entah karena tak ada atau mungkin karena aku terlalu asik menikmati keindahan ini.
“Allohu Akbar...”, serentak kami pun mengikuti kalimat-kalimat adazan yang terlantun.
Dua kamar mandi telah tersedia, aku dan kawan-kawan segera beranjak untuk berwudhu-sebagai salah satu syarat syah shalat- dan melaksanakan shalat. Kawan-kawan telah bersiap untuk shalat berjama’ah, namun aku tak bisa mengisi jajaran shaf yang kosong. Air wudhu sama sekali belum menyentuh wajahku. Dengan sedikit kecewa kutunggu giliran untuk masuk kamar mandi.
Kutemukan satu kawan ternyata belum shalat, kuajak ia untuk berjama’ah bersamaku. Ia menyambut dengan suka cita. Lalu ia kumandangkan komat.
“Allohu Akbar...”, saatnya aku menghadap tuhan.
Aku memanfaatkan waktu dengan menjamak shalat. Sedang yang lain ada yang terlihat ngobrol, baca al qur’an dan ada juga yang mempersiapkan acara selanjutnya. Ya, tujuan utama kami kesini adalah untuk menyusun Program Kerja.
Baru kali ini aku merasakan menyusun program kerja dengan rangkaian acara seperti ini.
Tak terasa adzan kembali berkumandang. Kawan-kawan bersiap merapihkan shaf. Mereka berdiri menegakkan rukun islam kedua dengan berjamaah. Sambil menunggu waktu, kuhabiskan waktu dengan ngobrol bersama kawan-kawan baru. Waktu kami terpotong dengan panggilan senior yang meminta kami untuk berkumpul di pendopo. Itu adalah saat kami mengisi perut yang rasanya memang belum terisi semenjak tadi siang.
Doa pun dipimpin oleh salah seorang dari kami. Dengan sedikit bercanda kami habiskan santapan malam ini. Tak berapa lama kemudian, tempat telah kembali raiph, siap untuk dipakai acara selanjutnya. Kami untuk MC untuk membuka acara.
“Bismillah...”, ungkapnya memulai.
Rangkaian acara sambutan menghiasi pembukaan acara ini, tibalah saat tiga formatur inti duduk didepan memberi petunjuk apa yang mesti kami lakukan.
“Assalamu’alaikum”, sapa ketua yang dibalas kembali oleh salam.
Ketua menginstruksikan agar kami berkumpul er departemen untuk merencanakan dan menyusun program kerja satu tahun ke depan. Kami pun mulai menyebar dan berkumpul sesama departemen. Mengawali dengan berkenalan dan penjelasan umum dari ketua bidang, lalu kami mulai mendiskusi tentang program-program yang bisa kami capai. Butuh waktu sekitar tiga perempat jam untuk menyusun beberapa program kerja.
“Masih belum berani berani.” ungkapku dalam hati ketika seseorang memintaku untuk mengajukan program.
Seusai program direncanakan, saatnya tiap departemen mengajukan programnya untuk disepakai bersama. Diskusi dan debat yang panjang tidak hanya menghabiskan waktu satu atau dua jam. Namun acara inti ini baru dikatakan selesai satu jam sebelum adzan shubuh memanggil.
“Subhanalloh...ternyata seperti ini suasana berorganisasi di kampus.” Gumamku dalam hati.
Kami diberi waku istirahat sekitar satu jam untuk sekedar melemaskan otot-otot yang kaku dan memejamkan mata yang mulai tak bisa berkompromi. Tak bisa tidur, suara gaduh di luar mengusik tidur yang telah kusiapkan. Hilir mudik orang berlalu lalang di depanku. Sampai akhirnya kudengar suara mengingatkan untuk melaksanakan kewajiban yang lima waktu. Kududukan tubuh yang masih terasa berat. Namun air wudhu yang kubasuhkan ke badan menghilangkan rasa lelah, airnya terasa menyejukan, setelah itu kuambil mukena dan kumuali doaku pada tuhan.
Kawan-kawan masih ada yang terlelap tidur, ku dapat maklumi, mereka begitu lelah. Sebagian berpamitan pulang duluan, namun tak sedikit yang memanfaatkan waktu sekedar menikmati panorama indah ini. Tak ingin ketinggalan, kuajak kawan untuk menemaniku jalan-jalan. Kami pun bersiap pergi, melewati jalan berumput yang basah oleh embun. Hingga akhirnya...
“Innalillahi...”, suara terkejut karena tak menyangka jalan yang begitu licin menjatuhkanku.
Agak sakit, namun ternyata...
“Astagfirullohal ‘adhim...”, kali kedua kuterjatuh, namun kali ini aku menimpa kawan dibelakngku yang juga jatuh dan kakinya mengenaiku hingga aku pun harus ikut terjatuh.
Aku hanya bisa menggelengkan kepala dan meringis menhan rasa sakit. Namun kuhibur dengan rasa bercanda, dan menganggapnya sebagai kenangan. Hanya sebentar, karena kawan-kawan sudah mulai berkumpul. Sesampainya kami di penginapan, kawan yang lain talah menyiapkan saran pagi sederhana, walau begitu, tetap terasa menyenangkan. Kami habiskan waktu dengan mengakrabkan diri dengan kawan-kawan yang lain. Lalu membereskan barang bawaan dan tempat penginapan. Sebentar lagi mobil jemputan akan datang.
Tak berapa lama, mobil dengan dominasi hijau un datng dan berhenti tepat di depan pendopo. Kami pun bergegas memasuki mobil dan bersiap untuk Pulang.
“Alhamdulillah...”, melewati jalan yang sama. Kulihat gapura bertuliskan “BUMI PERKEMAHAN KIARA PAYUNG”
Rabu, 03 Juni 2009
Langkah Sukses
Kesuksesan butuh pengetahuan, perlu perencanaan, dan harus diupayakan dengan keyakinan konsistensi.
ada beberapa strategi yang seyogyanya kita rencanakan dalam perjalanan kita menuju kesuksesan dan kebahagiaan.
1. tetapkan tujuan
- permanen (ibadah pada alloh)
- parsial (berubah-ubah),,, pendidikan,,,pernikahan,, dll.
2. Mendahulukan yang terpenting : tingkat kepentingan, menaruh kewajiban diatas hak
3. Keteraturan
mengatur waktu dengan menyusun dan menjaganya
4. Rencana Harian
merencanakan kegiatan ehingga memberikan manfaat untuk kita untuk merajut benang kebahagiaan hidup
5. Manajemen Kerja
Aplikasi rancangan kerja dengan perhatian yang teliti dan disiplin
6. Evalusi Diri dan Hasil
memungkinkan seseorang menyingkap kekuranagn pada diri dan amalnya serta menjelaskan sebab-sebab kelemahannya dalam melaksanakan program
7. Obsesi yang Tinggi
ketika iman seseorang bertambah, bertamabh tinggilah obsesinya dan semakin cemerlang nalarnya, serta seluruh anggota tubuhnya akan dinamis untuk terus memperbanyak kebaikan
8. Konsisten diatas prinsip
tetapkanlah hati, ada untuk terus bekerja untuk merealisasikannya dan berjalanlah diatas langkah-langkah sukses dengan tekad, konsisten, kesabaran, dan keyakinan
(10 langkah sukses muslimah)
ada beberapa strategi yang seyogyanya kita rencanakan dalam perjalanan kita menuju kesuksesan dan kebahagiaan.
1. tetapkan tujuan
- permanen (ibadah pada alloh)
- parsial (berubah-ubah),,, pendidikan,,,pernikahan,, dll.
2. Mendahulukan yang terpenting : tingkat kepentingan, menaruh kewajiban diatas hak
3. Keteraturan
mengatur waktu dengan menyusun dan menjaganya
4. Rencana Harian
merencanakan kegiatan ehingga memberikan manfaat untuk kita untuk merajut benang kebahagiaan hidup
5. Manajemen Kerja
Aplikasi rancangan kerja dengan perhatian yang teliti dan disiplin
6. Evalusi Diri dan Hasil
memungkinkan seseorang menyingkap kekuranagn pada diri dan amalnya serta menjelaskan sebab-sebab kelemahannya dalam melaksanakan program
7. Obsesi yang Tinggi
ketika iman seseorang bertambah, bertamabh tinggilah obsesinya dan semakin cemerlang nalarnya, serta seluruh anggota tubuhnya akan dinamis untuk terus memperbanyak kebaikan
8. Konsisten diatas prinsip
tetapkanlah hati, ada untuk terus bekerja untuk merealisasikannya dan berjalanlah diatas langkah-langkah sukses dengan tekad, konsisten, kesabaran, dan keyakinan
(10 langkah sukses muslimah)
Dua kunci Utama
1. Kesucian hati
melangkah hanya dengan niat mencari ridha alloh
2. Kebersihan Langkah
Berjalan diatas tuntunan syariat Islam
melangkah hanya dengan niat mencari ridha alloh
2. Kebersihan Langkah
Berjalan diatas tuntunan syariat Islam
Minggu, 31 Mei 2009
Mentari tak penuhi janji
Kali pertama ku berkenalan…
Indah…
Memberiku semangat
Memberiku sesuatu yang berarti
Bahwa aku tak sendiri
Ia menemaniku…
Berjanji setia…
Aku percaya
Namun..,
Aku terlelap tidur
Tak terjaga…mungkin lelah
Saat aku terbangun
Aku bertanya
Mengapa gelap?
Kemana mentariku???
Aku mencari…tapi tetap kelam
Saat ku tahu
Ia pergi
Menyapa manusia lain…
Aku hancur
Menangis…
Mengapa ia begitu???
Apakah ia tak ingat janjinya???
Indah…
Memberiku semangat
Memberiku sesuatu yang berarti
Bahwa aku tak sendiri
Ia menemaniku…
Berjanji setia…
Aku percaya
Namun..,
Aku terlelap tidur
Tak terjaga…mungkin lelah
Saat aku terbangun
Aku bertanya
Mengapa gelap?
Kemana mentariku???
Aku mencari…tapi tetap kelam
Saat ku tahu
Ia pergi
Menyapa manusia lain…
Aku hancur
Menangis…
Mengapa ia begitu???
Apakah ia tak ingat janjinya???
Kamis, 21 Mei 2009
सरिता aneh
Di sebuah ruang sempit terdengar suara tangis,,, tangis yang tertahan namun akhirnya tumpah juga. Ia tunjukan ekspresi kebingungan. Penuh Tanya dan terus tak percaya.
“kenapa?”,,, lirihnya menahan sakit yang melukai hatinya.
Tak ada jawaban…
Semuanya bisu. Ia mencoba meredam tangisnya. Menulis dan berdoa, meminta tegar dan kuat. Ia tak ingin rapuh dan tak boleh jatuh. Ia harus kuat, bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri.
Ia yakin bahwa ia kuat,,,
„Tuhan... biarkan aku menangis kali ini”
Ia tarik secarik kertas ia gambar dengan warna-warna cerah, sesaat ia tutup dengan hitam. Kertas itu itu buram,, tak ada yang menarik... hanya hitam kelam dan pekat.
Ia ambil pensil yang telah ia serut,,, perlahan ia goreskan satu dua kata...
Ia lihat untaian kata yang ia rangkai
Terbaca dan penuh warna.
Tangisnya mereda
“maafkan aku,,, jika aku begitu rapuh”
Orang lain tak pernah tahu bahwa ia begitu rapuh...
Ia ingin yakin bahwa ia begitu kuat
Hanya sesingkat itu…
“kenapa?”,,, lirihnya menahan sakit yang melukai hatinya.
Tak ada jawaban…
Semuanya bisu. Ia mencoba meredam tangisnya. Menulis dan berdoa, meminta tegar dan kuat. Ia tak ingin rapuh dan tak boleh jatuh. Ia harus kuat, bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri.
Ia yakin bahwa ia kuat,,,
„Tuhan... biarkan aku menangis kali ini”
Ia tarik secarik kertas ia gambar dengan warna-warna cerah, sesaat ia tutup dengan hitam. Kertas itu itu buram,, tak ada yang menarik... hanya hitam kelam dan pekat.
Ia ambil pensil yang telah ia serut,,, perlahan ia goreskan satu dua kata...
Ia lihat untaian kata yang ia rangkai
Terbaca dan penuh warna.
Tangisnya mereda
“maafkan aku,,, jika aku begitu rapuh”
Orang lain tak pernah tahu bahwa ia begitu rapuh...
Ia ingin yakin bahwa ia begitu kuat
Hanya sesingkat itu…
argumen
Poligami dan monogami…
Polemik yang tak berkesudahan.
Prinsip apa sich yang dipegang umat islam,,, apakah poligami itu benar-benar anjuran atau hanya sekejar tawaran? Bener ga islam menganut poligami??
PERTANYAAN yang sepertinya terlihat simple... tapi dipikir-pikir emang butuh pemikiran yang lumayan g sempit.
Banyak orang- orang yang bersembunyi dibalik “mengikuti sunah rosul” ketika berpoligami...
Rosul emang berpoligami,,, tapi apa itu secara otomatis menjadikan perbuatan yang mesti diaplikasikan umat islam,,,
saya rasa poligami tu bersifat pilihan.
G semua orang yang berpoligami bener2 mencontoh poligaminya rosul...
Tau g syarat mutlak bolehnya poligami???
Berani “adil”... bener g qita bisa adil???
Kadang kebanyakan kita berlaku dhalim ama diri sendiri,, gimana mw bisa adil ama orang lain...?!
Inget lho.. qt bukan rosul yang dima’shum...
Adil tuch bersifat relatif... tapi tetep kita mesti objektif.
Tau g apa yang ada dalam pikiran saya sekarang???
Saya pikir,,, rosul memang perlu untuk berpoligami,,, bukannya ingin...
Kenapa???
Cz rosul tuh utusan alloh, yang bertugas menyampaikan risalah ajaran islam... islam tuch kaffah... universal... n segala sifat yang nunjukin kesempurnaan Islam sebagi ajaran...
Nah tw kan salah satu sifat wajib bagi rosul tu tabligh,,, artinya menyampaikan...
Karena kita yakin rosul tu sebagai uswah bagi kita2 nich... maka segala tindakannya perlu kita tahu..
G Cuma masalah yang besar kaya turunnya wahyu,,, tapi juga gimana dinamika kehidupaan keseharian rosul...y g???
Rosul itu kan laki-laki,,, y g??? Tapi umatnya kan ada juga yang perempuan,,, n rosul butuh perantara nich buat ngebahas masalah or apapun yang ada kaitannya dengan perempuan...
Sampai hal-hal yang sifatnya pribadi... n kita tahu pasti tiap orang punya pribadi yang berbeda...
Ada yang A...B...C.. dst lah...
Nah disinilah istri-istri rosul berperan…
Dari masalah dapur ampe kasur juga da... n sekali lagi itu buat uswah bagi kita... bahwa kehidupan rosul tuch terbuka untuk diketahui... g Cuma masalah cowo tapi juga cewe...
Bayangin dech,,, kalo istri rosul Cuma satu.. cewe kan biasanya pemalu nich kalo nanya hal pribadi sama orang lain alias bukan muhrim atau bukan juga suaminya... nah banyak kan shahabiyah rosul yang jadi istri rosul..n bermunculan lah pertanyaan mereka,,, keraguan mereka,,, n ilmu mereka banyak yang didapat dari rosul. Nach dengan banyaknya istri,,, otomatis dong masalah yang dikemukakan juga banyak... so... manfaatnya pun dirasakan umat islam sekarang.. y g???
Jadi yang saya bisa simpulkan... rosul berpoligami adalah menjadikan istri-istri beliau sebagai perantara dakwah...Subhanalloh!!!!
Nah buat yang berpoligami nich... sejauh mana alasan anda untuk berpoligami???
Apa untuk menghindari zina??? Masih ada cara yang dicontohkan rosul lho .. Shaum... bener g???
Tapi buat yang anti ama yang namanya poligami,,, anda juga mesti cari alasan or argumen yang jelas n kuat serta bisa bertanggung jawab ama keputusan anda,,, selama kita g keluar dari norma n aturan-aturan yang ada... n g mengada-ngada..
So... ini kembali ke pribadi kita sendiri.. pro atau kontra nich???
Belum tentu surga jadi jaminan buat istri yang mw di poligami...
N belum tentu juga kemaslahatan yang didapat ketika menolak poligami...
Polemik yang tak berkesudahan.
Prinsip apa sich yang dipegang umat islam,,, apakah poligami itu benar-benar anjuran atau hanya sekejar tawaran? Bener ga islam menganut poligami??
PERTANYAAN yang sepertinya terlihat simple... tapi dipikir-pikir emang butuh pemikiran yang lumayan g sempit.
Banyak orang- orang yang bersembunyi dibalik “mengikuti sunah rosul” ketika berpoligami...
Rosul emang berpoligami,,, tapi apa itu secara otomatis menjadikan perbuatan yang mesti diaplikasikan umat islam,,,
saya rasa poligami tu bersifat pilihan.
G semua orang yang berpoligami bener2 mencontoh poligaminya rosul...
Tau g syarat mutlak bolehnya poligami???
Berani “adil”... bener g qita bisa adil???
Kadang kebanyakan kita berlaku dhalim ama diri sendiri,, gimana mw bisa adil ama orang lain...?!
Inget lho.. qt bukan rosul yang dima’shum...
Adil tuch bersifat relatif... tapi tetep kita mesti objektif.
Tau g apa yang ada dalam pikiran saya sekarang???
Saya pikir,,, rosul memang perlu untuk berpoligami,,, bukannya ingin...
Kenapa???
Cz rosul tuh utusan alloh, yang bertugas menyampaikan risalah ajaran islam... islam tuch kaffah... universal... n segala sifat yang nunjukin kesempurnaan Islam sebagi ajaran...
Nah tw kan salah satu sifat wajib bagi rosul tu tabligh,,, artinya menyampaikan...
Karena kita yakin rosul tu sebagai uswah bagi kita2 nich... maka segala tindakannya perlu kita tahu..
G Cuma masalah yang besar kaya turunnya wahyu,,, tapi juga gimana dinamika kehidupaan keseharian rosul...y g???
Rosul itu kan laki-laki,,, y g??? Tapi umatnya kan ada juga yang perempuan,,, n rosul butuh perantara nich buat ngebahas masalah or apapun yang ada kaitannya dengan perempuan...
Sampai hal-hal yang sifatnya pribadi... n kita tahu pasti tiap orang punya pribadi yang berbeda...
Ada yang A...B...C.. dst lah...
Nah disinilah istri-istri rosul berperan…
Dari masalah dapur ampe kasur juga da... n sekali lagi itu buat uswah bagi kita... bahwa kehidupan rosul tuch terbuka untuk diketahui... g Cuma masalah cowo tapi juga cewe...
Bayangin dech,,, kalo istri rosul Cuma satu.. cewe kan biasanya pemalu nich kalo nanya hal pribadi sama orang lain alias bukan muhrim atau bukan juga suaminya... nah banyak kan shahabiyah rosul yang jadi istri rosul..n bermunculan lah pertanyaan mereka,,, keraguan mereka,,, n ilmu mereka banyak yang didapat dari rosul. Nach dengan banyaknya istri,,, otomatis dong masalah yang dikemukakan juga banyak... so... manfaatnya pun dirasakan umat islam sekarang.. y g???
Jadi yang saya bisa simpulkan... rosul berpoligami adalah menjadikan istri-istri beliau sebagai perantara dakwah...Subhanalloh!!!!
Nah buat yang berpoligami nich... sejauh mana alasan anda untuk berpoligami???
Apa untuk menghindari zina??? Masih ada cara yang dicontohkan rosul lho .. Shaum... bener g???
Tapi buat yang anti ama yang namanya poligami,,, anda juga mesti cari alasan or argumen yang jelas n kuat serta bisa bertanggung jawab ama keputusan anda,,, selama kita g keluar dari norma n aturan-aturan yang ada... n g mengada-ngada..
So... ini kembali ke pribadi kita sendiri.. pro atau kontra nich???
Belum tentu surga jadi jaminan buat istri yang mw di poligami...
N belum tentu juga kemaslahatan yang didapat ketika menolak poligami...
merenung
Ada berbagai macam keindahan di dunia..
Kita bisa hitung???
Sepertinya g...
N emang g mungkin..
Too much...
Bersyukur??
Wajib donk!!
Kita bisa hitung???
Sepertinya g...
N emang g mungkin..
Too much...
Bersyukur??
Wajib donk!!
2
aku berjalan...
sendiri...
sepi...
dan sunyi...
melangkah...
memijakan kaki...
tak hanya di bumi...
lalu...
kucoba untuk berlari
berteriak
dan menjerit
aku tak tahu
apa yang sedang kupikirkan
apa yang kulakukan
aku berencana
dan aku berkhayal...
semua adalah mimpi...
sendiri...
sepi...
dan sunyi...
melangkah...
memijakan kaki...
tak hanya di bumi...
lalu...
kucoba untuk berlari
berteriak
dan menjerit
aku tak tahu
apa yang sedang kupikirkan
apa yang kulakukan
aku berencana
dan aku berkhayal...
semua adalah mimpi...
Langganan:
Postingan (Atom)